hsmn

Bunda Manajer Keluarga

https://i1.wp.com/hsmuslimnusantara.org/wp-content/uploads/2015/08/hsmn-bunda-manajer-keluarga.jpg

Notulensi Diskusi
HSMN Grup BOGOR

👑 Narsum. : Bu Irawati Istadi
💡Tema. : Bunda Manajer Keluarga
🎏 Hari Kamis : 7 Mei 2015
⌚ Pukul. : 13.00-15.00
🎤 momod. : Bu Putri
📝 nonot. : Bu Eka

👸 Profil Narasumber :

Irawati Istadi
Saya ibu Irawati Istadi, 6 putra putri, aktifitas sbg manajer keluarga, penulis, pengajar, juga wiraswasta.

📖 Prolog :

Terimakasih bunda2 hebat sudah meluangkan waktu berharganya untuk kita bisa ngobrol di sini, kali ini mengambil tema Bunda, Manajer Keluarga. Ini salah satu judul buku saya.

Dalam kesempatan diskusi dg judul yg sama di group2 HSMN lain, sy sudah bahas mengenai konsep dasar manajemen keluarga, aplikasi praktisnya dg membagi tugas2 bunda dalam keluarga menjadi 8 departemen.

Antara lain dept. Personalia, pendidikan, keuangan, spiritual, domestik, property, SDM dan humas. Dan sudah sy uraikan jg pemahamannya satu demi satu.
Kemudian jg sudah sy bahas bgmn tips bekerja dg lebih profesional agar bisa lebih efektif mengerjakan tugas2 rumahtangga yg overload shg hasil lebih optimal dan ada waktu tambahan utk me time lebih berkualitas.

Nah, utk tema2 tsb selengkapnya bisa dilihat di resume materi2 tsb ya bu.
Utk kali ini, sy mau bahas, bgmn seorang bunda bisa memiliki karakter yg memadai utk menjadi manajer yg baik di keluarganya.

Karena setiap perempuan dilahirkan pasti bisa menjadi ibu rumah tangga, tapi tidak secara otomatis bisa menjadi manajer keluarga, karena itu memerlukan ketrampilan dan karakter khusus yg harus dipelajari.
Mari kita pelajari tips2nya…

1. Memiliki jiwa pembelajar.
Bunda manajer keluarga tak pernah puas dg keadaan keluarganya saat ini, namun senantiasa ingin belajar dan berubah menjadi lebih baik.
Waktunya habis untuk belajar dan berbuat.

2. Cerdas
Bunda profesional terlebih dulu mencerdaskan dirinya sendiri sebelum mencerdaskan anak dan keluarganya. Cerdas bukan hanya dari keilmuan kognitif semata, tapi yg lebih utama adlh cerdas spiritual.

3. Androgynous
Ini adalah istilah karakter yg seimbang antara feminin dan maskulin pd diri seseorang.
Seorang laki2 androgynous berarti memliki karakter maskulin dominan, tp jg memiliki feminin secukupnya.
Wanita yg androgynous adalh yg memiliki karakter feminin dominan, tp tetap memiliki maskulin yg secukupnya.

Nah, jk kita bisa androgynous, kita tidak akan terlalu feminin, shg tidak akan terlalu tergoda untuk ngerumpi, berdandan berlebihan, atau terlalu emosional dan terlalj cepat tersinggung dan putus asa. Karena semua itu adalah ciri2 feminin yg berlebihan.
Sebaliknya kita akan memiliki keuletan, keberanian, tanggungjawab menerima resiko, bisa disiplin dan bisa berpikir lebih rasional. Itu karena sifat2 tersebut adalah ciri2 maskulin.

Nah, jika kita sebagai bunda bisa memiliki ketiga karakter di atas, insya Allah kita bisa menjadi bunda manajer profesional yg baik untuk keluarga kita…
Sekian dulu ya bu…..monggo kita diskusikan….✅

***

**👭 Diskusi **

1⃣ Pertanyaan :
Bu Putri : Bu Ira, saya mau tanya, bagaimana memunculkan karakter androgynous itu? Secara kita wanita lebih cenderung manja, cengeng, dsb 😁😋

Jawaban :
Begini, Bunda Putri, karakter salah satunya bisa dibentuk malalui cara berpikir dan cara bertindak seseorang.
Jika seseorang merasa dirinya dominan, suka tantangan, mandiri dan tak butuh bantuan orang lain, maka akan terbentuk karakter maskulin. Sebaliknya jika seseorang kental memiliki jiwa pengorbanan, pengabdian, kesabaran dan kelembutan hati, maka itulah inti dari karakter feminin.

Menjadi wanita yg androgynous, berarti seseorang harus memelihara jiwa ingin berkorban bagi orang yg kita cintai, jiwa mengabdi, lebih berbuat bagi orang lain, dsb. Lalu juga sedikit mengembangkn jiwa keberanian, menyukai tantangan, disiplin, dan berpikir logis.

Lalu dipraktekkan dalam tindakan. Belajar lebih sabar mendengar orang lain bicara, belajar menservice orang lain, sambil belajar mandiri selesaikn perbaikan kerusakan2 rumah misalnya…

Bagi muslimah yg merasa terlalu manja, belajarlah untuk tidak lagi bergantung pada orang lain. Bangun… ayo berbuat sendiri….jangan takut salah…..
Belajarlah cuek menghadapi kata2 orang ttg kita. Jangan terlalu mengikutkan rasa sedih, kecewa yg berlebihan.

Wanita juga harus belajar menikmati tantangan, tidak hanya diam di rumah menunggu bantuan. Berani berbuat dan berani menanggung resiko. Berani gagal dan berani bangkit lagi.

Cara melatihnya adalah justru dengan menghadapi langsung tantangan2 dan kegagalan2 tsb. Belajar menikmatinya, dan menenangkan emosi sambil mencari jalan keluar yg rasional…

*

2. Pertanyaan :
bu ira azzahra : Saya sangat setuju dgn bunda ira dgn 3 hal d atas krn dgn 3 hal d atas kita dpt memberi teladan yg riil kpd anak kita bahwa sosok ibundany bs mnjadi figur yg kuat, mandiri & hebat.. anak2 bs belajar banget..

Tp kadangkala ktika figur wanita androgynous lebih dominn sy pernah mrasakn bahwa sy bs mndidik anak2 tanpa bantuan ayahny.. & ternyata persepsi sy keliru.. Semakin besar anak figur ayah hrs lebih dominan.. Bgmn mnrt pandangn bund.ira??

Jawaban:
Betul bunda Ira..(serasa manggil diri sendiri…hihi), terlalu maskulin juga tidak baik bagi perempuan karena juga menyalahi kodrat. Karena kodrat perempuan adalah mendapatkn kebahagiaan justru karena pengabdian dan pengorbanannya utk orang lain.

Setiap anak butuh figur ayah dan ibu, sampai mereka dewasa. Hanya pendekatannya yh sedikit beda.

Figur ibu dibutuhkan lebih dekat mendampingi anak di sebagian besar kehidupannya. Karena figur ibu yg sabar namun dialogis, lebih tepat untuk memasukkan nilai2 pembelajaran secara keseharian.

Sedikit berbeda dg figur ayah, karena anak tidak membutuhkannya setiap waktu. Figur ayah dibutuhkan dalam hitungan waktu pertemuan yg lebih sedikit, namun harus dg model pendekatan maskulin yg heboh….. Fungsi figur ayah bukan penanaman nilai secara keseharian, melainkan penanaman nilai secara insidentil namun penuh tantangan seru.

Jika figur ayah tidak terpenuhi dari ayah sendiri, bisa dicarikan sosok pengganti. Seperti Nabi Muhammad yg mendapatkn figur ayah dari kakek dan pamannya.
Ibu bisa juga menggantikan figur ayah jika single parent, namun tidak akan sempurna karena tak bisa menampilkan semaskulin sosok laki2. Jadi lebih baik dicasrikan sosok pengganti yg benar2 mewakili figur ayah.

Tambahan👆ya, figur ibu mewakili pendidikan karakter feminin bagi anak, sementara figur ayah mewakili karakter maskulin. Jika anak hanya mendapat figur ibu, perkembangan karakternya akan terlalu feminin. Bgt jg sebaliknya.

Jadi, biasanya anak perempuan yg dekat dg ibu dan cukup dekat dg ayahnya lah yg bisa berkembang androgynous.

*

3. Pertanyaan
Bu Iis : Bu ira saya lemah banged dalam hal management sy lbh suka bekerja sendiri drpd mendelegasikan, pokokny g bakat jd manager jadiny kadang sy merasa overlap, bagaimna cr mengatasiny? Jazakillah

Jawaban :
Memang ada karakter yang tidak mudah untuk bekerjasama dg orang lain. Tetapi karakter ini harus diarahkan, agar kita tidak rugi sendiri.

Harus berani mencoba memulai mendelegasikan , dimulai sj dari hal2 yg kecil2. Mulai belajar mempercayai orang lain.
Harus dipaksa memulai, bunda. Walaupun pasti di awal bunda merasa tidak nyaman. Pasti banyak kesalahan. Tapi tidak mengapa, kita perbaiki pelan2 kesalahan yg terjadi.
Tak suka bekerja dengan orang lain bisa juga berasal dari perfeksionis, selalu ingin sempurna dan merasa tak puas dg pekerjaan orang lain yg pasti ada kurangnya.
Jika ini penyebabnya, belajarlah untuk tidak ambisius memandang hasil. Ingatlah bahwa proses lebih penting. Proses pendelegasian penting utk diawali, walau hasilnya masih belum memuaskan. Pelan2 dirapikan sistim pendelegasiannya, agar lama kelamaan hasilbya pun makin membaik.✅

*

4. Pertanyaan
bu Titin : Apakah bs dijelaskan 8 departemen dan contohnya?

Jawaban : Ke-8 departemen tsb, penjabaran singkatnya antara lain:

1. Dept personalia
Adlh tugas kita utk memahami, mengenal dan akhirnya meletakkan masing2 personal anggt keluarga di posisi masing2 sesuai karakternya.
Mengenal dn memahami serta menyesuaikn diri dg sifat2 dn karakter suami sj, kadang butuh waktu bertahun2. Apalagi mengenal masing2 anak sesuai pertumbuhn usianya, belum lg kakek nenek yg tinggal bersama, plus tànte, paman atàu ART kalau ada.
Jk kita menguasai personalia dg baik, keluarga terhindar dr konflik dn lebih kompak jadinya

2. Dept. Pendidikan.
Inilah tugas bunda utk mengenal talenta anak sedini mungkin, lalu membuat road map ke depan berikut tahapan2nya sesuai minat anak tsb, shg kesuksesannya kelak sdh bisa dirancang sedini mungkin.

3. Dept. Spiritual
Yaitu tugas bunda utk menciptakan rumah sbg basis pendidikan SQ terbaik bagi anak, melalui keteladanan, pembiasaan ibadah dn akhlaqul karimah, dn penanaman nilai2 aqidah dlm hidup keseharian.

4. Dept Keuangan
Adlh ketrampilan bunda mengelola keuangan dg qanaah shg bisa mencukupkn kebutuhn dg apa yg diterima dr suami.
Selain itu, jk dibutuhkn pun memiliki ketrampiln entrepreneurship yg bisa membantu ekonomi keluarga.

5. Dept. SDM
Yaitu tugas bunda utk mengembangkan potensi masing2 aggt klg sbg aktualisasi diri, khususnya SDM bunda sendiri yg sering terkalahkn oleh kewajibn2 yg overload. Menyediakn me time setiap hr adlh solusi bagus utk masalah ini…

6. Dept. Property
Adlh pengaturan sarana dn prasarana dlm rumah pun perlu dibuatkn rencana manajemen perawatan, perbaikn jg pembelian, spy rapi. Kalau tidak, kadang perkara engsel pintu rusak sj sampai berbulan2 tak kunjung beres gara2 kelupaan

7. Dept Ur Domestik
Urusan masak, beberes, cuci gosok masuk di sini. Ini tugas berat yg monoton dn menghabiskn banyak waktu bunda. Agr tdk stress menjalaninya, bunda perlu kreatifitas dan butuh ilmu utk mengefektifkn pekerjaan shg pekerjaan ini bisa hemat waktu dn tenaga, spy bisa disaving tenaga bunda utk dept lain yg lebih penting

8. Dept humas
Yaitu peran dn keaktifan yg bunda mainkan di luar rumah, akan memberi dampak positif pd anak, namun tetap ada batasan2 syar’i yg harus dipatuhi, shg tugas humas ini tdk mengganggu tugas utama yg lain.✅

Itu tugas operasional bunda, itu sebabnya pelaksanaannya butuh manajemen yg rapi dan pendelegasian yg efektif. Ayah jg masuk kok dalam tim delegasi.
Tapi ayah punya tugas lain yg jauh lebih utama, yaitu mencari nafkah dan bertanggung jawab thdp kebijakan garis besar dan strategis keluarga.
Bunda Putri, betul bahwa tugas utama istri atau ibu adalah melayani suami dan mendidik anak. Tugas2 yg lain prioritas kemudian. Tetapi jika kita punya manajemen yg baik, insya Allah semuanya bsa kok kita tangani.

***

Penutup

Baiklah bunda2 hebat pembelajar. Semua wanita terlahir sudah punya insting menjadi ibu rumah tangga, tapi untuk bisa menjadi manajer yang baik masih perlu tambahan ilmu dan ketrampilan.
Insya Allah dg manajemen yg rapi, hasil pendidikan anak dan kualitas keluarga akan lebih meningkat. Pekerjaan lebih efektif sehingga bunda punya waktu lebih untuk me time yg lebih berkualitas. Dan selanjutnya jg punya waktu lebih banyak untuk berbagi manfaat untuk kebutuhan ummat.

Kalau ibu rumah tangga hanya memiliki waktu 24 jam sehari, maka dengan menjadi bunda manajer keluarga, kita seakan memiliki waktu 36 bahkan 48 jam sehari.

Silahkan bunda pembelajar, untuk tidak pernah berhenti belajar.

Terimakasih perhatiannya.
Salam, Irawati Istadi.

Advertisements