MIP Batch#2 week 1

Materi Matrikulasi Ibu Profesional Batch #2

Hasil gambar untuk institut ibu profesional

Setelah ramai postingan di Grup WA, tiba juga ke materi awal Matrikulasi IIP Batch #2. Saya tergabung dalam grup Matrikulasi IIP Batch #2 wilayah Banten-Cianjur-Cirebon-Garut. Grup pembelajaran online ini terdiri dari grup facebook (bisa liat di sini) dan grup WhatsApp.

Materi yang disampaikan pada Week 1 ini mengenai Adab Menuntut Ilmu. Materi di sampaikan pada senin pagi dan akan di adakan tanya jawab online pada malam harinya pukul Pkl. 19.30 s.d 21.12 WIB. Untuk pertemuan kali ini yang menjadi fasilitator adalah ibu Maria Ulfah dari Serang, ibu Rizqie Fajriyani Jurnaliska dari Serang dan bunda Dzikra Ihdaiyatul ‘Ulya (Chika) dari Garut. Untuk ketua kelas, sekertaris dan kordinator week 1 di percayakan kepada ibu Linda Noviyana ibu Eneng Hayatin dan ibu Nurrita Dewi. Oke, langsung aja kita lihat materinya, cekidot!

ADAB MENUNTUT ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Video dari Ibu Septi (Smaller Size Ver.). bisa di lihat di sini

Hasil gambar untuk institut ibu profesional

Resume Diskusi
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
ADAB MENUNTUT ILMU

Pertanyaan no. 1-6 dijawab oleh Ibu Chika
1. Ibu Ayirodiah – Cianjur. Apa perbedaan perilaku dan tingkah laku? Tingkah laku adalah tindakan suatu organism yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. (Ribert Kwick, 1974)
Sedangkan Secara umum perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Tingkah Laku adalah tindakannya, perilaku adalah proses interaksinya.
Sumber: Agustina Dwi Herawati. Perkembangan Psikologi

2. Ibu Haifa – Serang.
Dlm era media sosial sekarang ini, banyak sekali saya lihat orang2 yg memberikan feedback berupa kritikan secara terbuka yang dapat dilihat / dibaca oleh setiap orang terhadap ilmu yg disampaikan oleh seorang alim ulama
Pertanyaannya:
A. Apakah diperbolehkan seorang murid memberi masukan / kritikan secara terbuka terhadap ilmu yg dirasa kurang tepat menurut murid tersebut? Menurut saya, Guru yang baik adalah guru yang mampu mendengarkan. Tidak ada salahnya bersikap kritis.atau berpikir skeptis. Yang terpenting, anak tau bahwa setiap guru pasti memiliki ilmu. Tugas murid, adalah menyerap, menalar, bertanya, dan menerima bahwa ada banyak ilmu yang belum diketahui. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

B. Apabila diperbolehkan, bagaimana adab yang baik agar sang guru yg mendapat kritikan tersebut tetap mendapat ridha guru supaya ilmu nya tetap berkah dan manfaat? Bertanya, bukan mempertanyakan. Tanyakan sesuatu secara kritis, dengan cara yang santun. Setelah mendapat penjelasan, jangan berdebat… tapi.coba resapi dan ambil yang sesuai dengan hati nurani.

3. Ibu Lusi Mulyantini – Pandeglang
A. Terkait dengan adab terhadap diri sendiri, bagaimana cara untuk menumbuhkan keikhlasan dan membersihkan hati dlm menuntut ilmu dari hal2 yang sedang membuat hati kita risau? Misal, ketika dihadapkan dengan musibah saat sedang belajar.
Jawab: Tetap menjaga niat dalam mencari ilmu, musibah datang sbg penguji ketakwaan & kesungguhan kita belajar. Yakin pasti ada Hikmah dibalik musibah yg kita hadapi, hanya saat ini mungkin pikiran & hati kita belum mampu menangkap hikmah tersebut. Dan Hikmah adalah ilmu Allah yang harus dimengerti oleh penerima nya dgn hati lapang

B. Ketika ada sedikit kesalahan dalam penyampaian ilmu oleh guru, apa yang harus kita lakukan untuk mengoreksi kesalahan, jika tipikal guru kurang mau menerima koreksi dari kita?
Jawab: sampaikan dengan kritikan dalm bentuk pertanyaan & masukan, tentu saja dgn bahasa yang santun. Resapi jawabannya, ambil kebaikannya sj n jangan mendebatnya dimuka umum

4. Ibu Linda – Serang
Kelas online yg diadakan sepekan sekali sbnrnya ringan, tp akan terasa berat barangkali utk para ibu muda yang belum terbiasa online non-stop kurleb 2 jam, minta tips saja biar bisa mgkondisikan semua hal agar bs mgikuti kelas online dgn aman dan nyaman. Tips mengelola waktu kuliah MIP:
Senin : Kelas Matrikulasi
Pukul 08.00 wib baca materi di FB/WA
Pukul 08.15 ajukan pertanyaan.via.sekretaris
Pukul 20.00 simak jawaban dr fasil di.WA, jika ada yg masih mengganjal tinggalkan.pertanyaan.di. kolom.komentar fb.

Selasa :
Pukul 08.00 wib lihat tugas NHW di.WA atau FB
bila ada yg ingin.ditanyakan, ajukan.via.sekretaris
20.00 simak.jawaban… lalu buat NHW nya

5. Ibu Sofi – Garut
Bagaimana adab meminta izin (misalnya meninggalkan forum sblm waktunya) dlm sebuah majelis yg skalany besar (sprti seminar, kelas online yg pesertany bnyak, atau pengajian besar)?
Karena yg biasanya dilakukan kebanyakn orang, adalah meninggalkan begitu saja forum tanpa meminta izin terlebih dahulu. Bisa jd krn kalau minta izin malah mengganggu forum yg sdg berjalan dsb. Biasanya setiap.forum akan menjelaskan peraturan di awal acara. Untuk seminar, usahakan untuk keluar ketika pergantian pemateri. Atau ketika coffee break. Jika ada forum online nya, maka bisa mengucapkan permohonan maaf di sana.

6. Ibu Amel – IIP Serang
A. Bagaimana carany atau kiat khusus utk membuat kita ikhlas dan membersihkan bathin kita, sehingga ilmu yg kita pelajari mudah masuk kehati shg bs diimplementasikan bukan sekedar mengerti ilmu saja?
Ibu Rizki : meluruskan niat, kita tujuannya mencari ilmu utk apa? Apa manfaatnya bagi kita, stelah itu diamalkan. Karena kadang pemahaman ilmu itu datang stelah diamalkan & dilaksanakan. Learning by doing
B. Apakah pengertian dan penjelasan dari kalimat adab terhadap sumber ilmu yaitu tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dlm bentuk buku ketika sedang kita pelajari, dan contohnya?
Jawab: buku sebagai alat sumber ilmu adalah simbol dari ilmu dan hal2 yg kita muliakan. Yang kita hargai adalah hakekat isi buku itu bukan kertas. Bentukpenghormatan adalah menmpatkannya ditempat yg tepat. Misal tidakmenaruh buku dilantai yg dilalui orang2 berjalan kaki. Terlebih lagi, Alquran adalah memuliakannya n menaruhnya di tempat yg mulia/diatas meja

7. Ibu Azizah – Serang
A. Apa konsekuensi dari tdk mengikuti adab menuntut ilmu?
B. Sepertinya di negara kita tdk sedikit org yg berilmu tp kenyataannya banyak yg menggunakan ilmunya untuk menyesatkan orang, membatah alqur’an, dll. Ini fenomena apa?
C.Sceptical thinking itu contoh konkritnya kyk gmn ya?
Ibu Rizki : A. Ibu Azizah, sependek pengetahuan saya, konsekuensi dari tidak menerapkan adab dalam menuntut ilmu adalah ketiadaan barakah di dalamnya. Ketiadaan barakah itu bisa berbentuk banyak hal seperti cepat lupa atas ilmu tsb, sulit mengamalkan, rasa enggan mengajarkan dst.
B. Bukan hanya di negara kita Bu. Dan bukan pada zaman kita saja. Dari sejak zaman para nabi pun orang2 seperti itu sudah ada. Jadi ini adalah fenomena yang akan terus terulang sepanjang zaman. Tinggal kita meyakinkan diri tetap berada di barisan orang berilmu, beriman, dan beradab.
C. Sceptical thinking itu maksudnya ketika kita mendapatkan suatu informasi atau berita dari media sosial, kita tidak langsung percaya, apalagi langsung membroad cast. Dalam sceptical thinking ada proses mempertanyakan, meragukan dan mengkritisi. Kemampuan ini penting agar kita tidak mudah terbawa oleh informasi-informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

8. Ibu Irma
Bisakah kita menuntut ilmu hanya dari buku yang kita baca ? Atau dalam menuntut ilmu harus selalu ada Guru yg membimbing ?
Ibu Chika : Ibu Septi mengajarkan untuk selalu.mencari sumber ilmunya langsung. Karena, berguru langsung dan hanya membaca itu efeknya beda, karena dg menemui.guru, energi dr guru.pun ikut terserap.
Perihal adab guru, ada bahan renungan dari Teh Ninih :
Saudaraku hati-hati bila anda sedang mencari guru apalagi yang bisa membimbing ke jalan Ridho Allah, sebaiknya perhatikan hal berikut ini:
A. Selalu sandarkan hati kepada Allah, memohon petunjuk-Nya agar ditemukan dengan seorang guru yang benar-benar bisa membimbing ke jalan Ridho Allah.
B. Perbanyak silaturahmi dengan pesantren, madrasah atau majlis taklim dan para guru/kyai/ustadz, perkaya diri dengan ilmu dan wawasan. Sehingga melahirkan sifat arif dan bijak dengan perbedaan.
C. Islam adalah agama yang indah, sehingga guru yang baik tidak akan menghina, merendahkan, dan menistakan sebuah golongan hanya karena berbeda pandangan/pendapat.
D. Kesholehan seseorang bukan dilihat dari keajaiban atau keanehan yang dipertontonkan, tapi bisa dilihat akhlak kebiasaannya.
E. Guru yang baik sangat menjaga dari hal yang sia-sia, penuh rendah hati, menjaga dr larangan Allah. Bukan dilihat dari aksesoris semata.
Semoga kita dipertemukan dengan guru pembimbing dunia akhirat yang ikhlas. Aamiin
Ibu Lusi : Untuk pertanyaan bu irma, kalo menurut saya, kita tetap butuh guru dalan menuntut ilmu. Banyak ilmu yang multi tafsir dan butuh guru untuk bisa menjelaskan tafsir yang tepat. Kita bisa lihat shiroh rasulullah atau berkaca pada ulama. Mereka ketika belajar pun tetap berguru. 🙏
Ibu Rizka : Untuk penguat bisa dilihat di surah al isro ayat 36

9. Ibu Yuni
Izin bertanya ya. Kalau adab murid kepada guru sudah dijelaskan, nah adab guru kepada murid bagaimana ya? Kadang ada guru yg galak/main pukul/cubit/mengatai muridnya bodoh dll. Terima kasih
Ibu Chika : Lihat jawaban Teh Ninih di no. 8
Jika ada guru yg kurang beradab, maka prinsipnya adalah ambil yang baiknya saja.
Tak perlu kita berdebat, apalagi membalas.
Ibu Ulfah : Sebaik-baik contoh Adab yg kita tiru sebagai guru adalah adab yg diajarkan Rasulullah dlm berhubungan dgn sahabat2nya.
Beliau bisa memposisikan diri berbicara/mengajar kpd sahabat/murid yg cerdas seperti Ali r.a, tapi jg bisa mengajar dgn baik kpd sahabatnya yg masih belum tahu. Jadi Rasulullah sangat mengerti karakter murid2 nya. Itu patut kita contoh.
Sifat lemah lembut & ikhlas perlu dikedepankan agar ilmu yg disampaikan oleh guru bisa diterima dgn baik oleh murid2nya.
Ibu Rizki : Saya teringat dengan sebuah pepatah Arab, “Wa laysa akhu ‘ilmin kaman huwa jaahil”..dan bukanlah org yang berilmu itu seperti org yang bodoh..
Dlm hal ini maksud saya jika ada guru yg seperti itu maka beliau baru sebatas menyampaikan informasi (pengetahuan) bukan yang berjiwa mendidik. Maka luruskan dengan bijak.
Ibu Aini : Bagaimana jika kita sudah mencoba meluruskan tapi guru tsb tidak mengindahkan. masih bersikap sama
Ibu Ulfah : Sama seperti jawaban Teh Chika diatas, kita ambil sisi kebaikan dari beliau. Lalu kita mencari guru yg lain yg arif, yang memahami & mengamalkan ilmunya

10. Ibu Nina – Pandeglang
Ketika seseorang telah memilki begitu bnyak ilmu yg telah di ketahui oleh masyarakat luas. Tapi seorang tersebut tidak mau membagikan ilmu yg dia miliki apalagi untk mengimplentasikan.
Apakah ini dampak dari sebelum menuntut ilmu oang tersebut tdak mengikuti adab” dlm mnuntut ilmu?
Ibu Ulfah: menurut saya Iya al ‘ilmu bila amal kasysyajar bilaa tsamar
“Ilmu tanpa perbuatan seperti pohon tanpa buah” ada hadist lain al ‘ilmu bilaa ‘amal laisa bi’ilmin ” ilmu yg tidak disertai amal bukan Ilmu. Jadi kalau ada orang yg berilmu tapi tidak mau mengaplikasikan berarti dia sebenarnya belum Tahu. Dan Cahaya ilmu itu belum masuk pada hati dan pikiran.

11. Ibu Lusi – Pandeglang
Fenomena sekarang, kebanyakan anak2 remaja ketika belajar formal di sekolah harapannya mendapatkan nilai tinggi, dengan cara apapun, bagaimana menanamkan hal yang baik pada mereka bahwa menuntut ilmu adalah proses menjadi pribadi yg lebih baik dan ada adab-adab  yang harus dijalankan? Karena terkadang agak sulit memberitahu lewat lisan atau nasihat.
Ibu Ulfah : Adab itu sebenarnya dicontohkan & ditularkan maka sebagai orang dewasa kita adalah sebaik-baik contoh bagi mereka. Karena anak-anak adalah peniru yg super canggih.
Orang tua harus menghargai proses belajar anak, mau menemani & mendampingi, bukan hanya memberi reward dan punishment di akhir. Sehingga mereka menghargai proses belajar.

Pertanyaan lain:

Penanya: Mbak Rita

Pertanyaan:

Apakah etika tanya jawab pada saat matrikulasi pun diatur atau mengalir saja pada saat ada penjelasan.
Satu lagi apakah adab belajar ini juga masuk pada ranah evaluasi pembelajaran. Sejauh mana kiranya peserta mengikutinya.
Jawaban:

Di dalam kelas matrikulasi kita belajar bersama.  Dalam belajar bersama maka bisa saling mengingatkan dan menguatkan.  Tentunya untuk kenyamanan bersama secara teknis akan lebih nyaman jika diatur terutama saat diskusi materi agar tidak terlewat.
Menuntut ilmu dilakukan hingga liang lahat jadi ini hanyalah sedikit bekal untuk kita menimba ilmu yang lebih luas lagi.
Evaluasi utk pembelajaran akan dilihat dalam setiap NHW yg dikumpulkan setiap minggunya. Ilmu akan semakin lekat jika dituliskan.✅
2⃣Penanya: Mbak Nurbaiti

Pertanyaan:

Sy kan pernah mengajar di sebuah sekolah. Tp skrg sdh resign tapi masih ngajar privat.
Nah selama sy ngajar privat. Banyak pengalaman. Cerita anak2 ttg bagaimana gurunya. Sikap gurunya kurang pas dgn profesi mulianya itu.
Pertanyaan sy. Bagaimana cara mengajarkan sikap beradab kepada guru yg sikpanya kurang pas itu.
Jawaban:

Anak adalah peniru ulung,  terutama pada usia di bawah 7 tahun.  Saat mendapati anak yang mengeluhkan sikap gurunya maka ajaklah anak untuk mengevaluasi,  apakah menurutnya hal tsb baik dilakukan atau tidak.
Jika kita yg menemukan pengajar yg kurang baik utk dicontoh,  maka dekatilah.  Ajak melakukan evaluasi dan berikan contoh nyata.  Lakukan pendekatan yg tdk akan membuat orang tsb merasa dipermalukan atau direndahkan✅
3⃣ Penanya: Mbak Nina Anggita

Pertanyaan:

bgmn adab dlm mempelajari ilmu, apakah mempelajari fokus 1 ilmu sampai mendalam dan menjadi ahli baru mempelajari ilmu lainnya , atau mempelajari bbrp ilmu sekaligus namun hanya mengerti dasar2nya?
Jawaban:

Ilmu di muka bumi sangatlah luas.  Untuk memahaminya perlu dikunyah sedikit demi sedikit.  Seperti saat kita dibombardir dengan banyaknya informasi, informasi yang masuk biasanya hanya selintas lalu.  Materi lebih baik dipahami sedikit demi sedikit namun pemahamannya bisa mendalam.✅
4⃣Penanya: Mbak Ayu

Pertanyaan:

1. Bagaimana seharusnya sikap dan kiat2 seorang guru agar selalu bisa dihormati dan dihargai serta didgrkan apa yg disampaikannya di tengah peradaban bumi yg semakin tdk kenal sopan santun. Miris melihat berita ada murid memukul/melukai guru. Pendekatan seperti apa yg harus dilakukan guru agar lbh “menyatu” dgn muridnya.

2. Bolehkah memberi hadiah (dlm bentuk barang) kepada guru (khususnya wali kelas) sebagai ucapan terima kasih telah menemani/menuntun murid (anak kita) dlm belajar misalnya pd saat kenaikan kelas. Apakah hal ini dibenarkan dlm peradaban menuntut ilmu?
Jawaban:

A.  guru ataupun orang tua adalah teladan pertama bagi anak-anak kita.  Anak-anak mungkin seperti tidak mendengarkan ucapan kita namun mereka sesungguhnya merekam setiap kejadian yang dialami. Anak-anak adalah peniru ulung. Luangkan waktu utk evaluasi bersama antara guru dan murid.
B.  Memberikan tanda terima kasih kepada guru adalah bentuk penghormatan kita akan ilmu yang sdh kita terima.  Bentuknya bisa bermacam-macam.  Utamanya adalah dgn kita menghornati guru maka diharapkan guru akan ridho dgn ilmu yg diajarkannya ✅
5⃣Penanya: Mbak Efiaty

Pertanyaan:

Terkait dg poin “adab terhadap sumber ilmu” salah satunya adalah kita hrs bersikap ‘sceptical thinking’, mohon penjelasan detailnya seperti apa ya?
Jawaban:

Sumber ilmu atau informasi sangat banyak, namun informasi mana yg harus kita yakini perlu dicari tahu.  Tidak serta merta menelan semua gempuran informasi. Cari sumbernya,  tabayun terlebih dahulu. Pun dalam menyebarkan ilmu kita harus punya sumber yang jelas.✅
6⃣Penanya: Mbak Dila

Pertanyaan:

Bagaimana adabnya kalo bertanya dalam majlis Ilmu nanti?
Jawaban:

adab menimba ilmu secara umum sama.  Sebagai contoh di kelas matrikulasi ini teman-teman akan diajak untuk mencerna materi bersama-sama.  Saling tolong menolong dalam kebaikan.
Untuk kenyamanan bersama telah dibuat aturan bagaimana alur berjalannya diskusi yg harus ditaati bersama.✅
7⃣Penanya: Mbak Nastaiena

Pertanyaan:

1. Bagaimana caranya mangajarkan dan menanamkan adab menuntut ilmu kepada anak yang masih balita?

2. Bagaimana cara komunikasi kepada anak yang masih berumur 2 tahun – 3,5 tahun untuk menanamkan adab tersebut ya?
Jawaban:

sdh terjawab di no 4⃣✅
8⃣Penanya: Mbak Tiny

Pertanyaan:

1.Kadang kita suka berbagi ilmu yg kita punya, tapi suka lupa ngasih sumbernya(guru kita) baiknya gimana?
2. Kalo misalnya kita ketemu temen yg hebat dan kita bertanya soal ilmu yg dia punya atau kita minta diajarin tapi dia stengah2 ngasih infonya dan saya misalnya pengen belajar dari gurunya tp dia ga ngasih tau belajar dimana terus sikap saya harus bagaimana?
Jawaban:

penyebaran info perlu disertai sumber. Agar ketika nanti menyebar luas,  penerima informasi bisa tabayyun ke sumber ilmu. Selain itu juga menunjukkan  penghargaan kita kepada guru/penulis info.
Yang kedua, sebaiknya kita mencari komunitas yang memiliki value yang sama, sehingga memiliki pola belajar yang sama.

Apabila value belajarnya berbeda,  akan lbh ahsan jika ditanyakan terlebih dahulu apakah sumber ilmu bersedia berbagi informasi.  Jika sedari awal sdh tdk bersedia, berarti tugas kita utk mencari sumber ilmu lainnya😊✅
9⃣ Penanya: Mbak Aini

Pertanyaan:

Pada umumnya para penuntut ilmu merasa cukup dengan ilmu yg sudah dimiliki tanpa mengamalkannya, selain mengetahui adab menuntut ilmu bagaimana cara atau kiat kiat apa saja yang bisa dilakukan bagi para penuntut ilmu agar ilmu yg didapat bisa selalu diterapkan dan diamalkan (terutama dalam kehidupan sehari hari & dilingkungan sekitar)?
Jawaban:

Kiatnya; praktek, praktek, praktek. Sedikit demi sedikit dan konsisten✅
1⃣0⃣ Penanya: Mbak Febry:

Pertanyaan:

1.Ini kan ttg adab murid ya.  Nah d sna ad ttg, adab terhadap sumber ilmu.  Point 1 dan 2 saya msh blm paham.
2. kan penuntut ilmu harus mendapat ridha dari guru.  Apabila, kita sbg murid melihat ada yg tidak kita suka dri guru tersebut(guru tersebut suka membanding2kan). Apa yg harus kita lakukan?
Jawaban:

Adab thdp sumber ilmu:

A. Contoh paling mudahnya adalah kitab Al quran. Saat kita menuntut ilmu dr al quran,  kita sadar bahwa al quran harus diletakkan ditempat yg tinggi (ditinggikan)
B. Menggunakan referensi dr sumber bajakan contohnya. Lebih baik menabung sedikit-sedikit utk membeli buku asli daripada membeli bajakannya.  Ilmu memang mahal dan itulah salah satu cara meraihnya.

Untuk pertanyaan kedua, apakah kita pernah memberikan feedback yg membangun? Berikan masukan kepada guru secara personal dan lakukan dgn tdk merendahkan guru tersebut.✅
1⃣1⃣ Penanya: Mbak Sari 1

Pertanyaan:

Dijelaskan mengenai adab pada diri sendiri, kita sebaiknya ikhlas menerima semua ilmu yang akan diberikan, dan adab terhadap guru adalah kita harus menyimak dan memperhatikan semua yg guru berikan dengan baik. Pertanyaannya : Bagaimana jika kita tidak hanya belajar pada satu guru, dan antara guru satu dan guru lainnya berbeda pendapat? Apakah kita harus memilih salah satu dari guru tersebut, atau kita tetap bisa belajar dari keduanya sambil menyaring sendiri ilmu mana yang mau diambil dari masing2 guru?
Dan bolehkah kita meluruskan ajaran guru yang satu dengan ajaran guru yang lain?
Jawaban:

1⃣1⃣ mungkin contoh paling dekatnya di ajaran agama islam adalah adanya bbrp imam yang mazhabnya  berbeda-beda.  Selama perbedaan ilmunya tdk melanggar sumber ilmu utama (al quran dan hadis)  maka semuanya layak dipelajari.  Berbeda boleh namun membandingkan tdk akan bisa apple to apple. Maka ilmu mana yg diyakini,  itulah yg dijalani secara konsisten.✅
1⃣2⃣ Penanya: Mbak Widya 1

Pertanyaan:

Adab sumber ilmu dijelaskan agar tidak membeli buku bajakan. Bagaimana kita menyikapinya krn disatu sisi penjualan buku bajakan dilakukan online? Krn harga buku bajakan jauh lebih murah dibandingkan buku asli apalgi utk buku2 sience.
Jawaban:

Lebih baik menabung dulu untuk membeli yang asli✅
1⃣3⃣ Penanya: Mbak Poppy

Pertanyaan:

1. Kapan saat yg tepat menularkan adab menuntut ilmu kepada anak2? Usia masuk sekolah atau dari saat balita?

2. Bagaimana peran suami dalam membantu menularkan adab ini kepada anak2?
Jawaban:

A.  Adab menuntut ilmu dikenalkan sedari kecil dgn memberikan contoh.  Ingat anak peniru yg ulung. Dengan melihat orang tuanya maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan yang baik.

B.  Rasanya ini tugas semua orang dewasa di sekitar anak-anak kita.  Ayah dan bunda pasti menjadi teladan utama anak-anak✅
1⃣4⃣Penanya: Mbak Widya 2

Pertanyaan:

bagaimanakan adab yg baik terhadap sumber ilmu berupa artikel media online? seperti artikel pada website parenting dll..
Jawaban:

tuliskan sumbernya saat disebarkan.  Tabayun dengan isi artikelnya.✅
1⃣5⃣ Penanya: Mbak Sari 2

Pertanyaan:

1. Nah karena materinya ttg menuntut ilmunya, adab menuntut ilmu ini, yg bikin siapa?

Apakah tim penyusun materi matrikulasi, atau ada di buku teori apaa gitu?

Gampangnya, apakah adab menuntut ilmu di “forum/komunitas” lain akan sama atau tidak ya dengan adab menuntut ilmu yg kita pelajari ini
Kaitannya lebih luas, dalam menentukan adab suatu hal di keluarga kita: apakah kita bermusyawarah, value apa yg mau dibentuk

Ataukah adabnya baku, jd kita tinggal cari referensi.
2. dalam mengajarkan adab menuntut ilmu pada anak2, jika kita menanamkan sikap menerima sepenuhnya ilmu dari guru, sebagian berpendapat anak2 akan menjadi tidak kritis dan tidak kreatif dalam mencari ilmu, itu bagaimana ya? disatu sisi kita ingin anak kita menjadi anak yg beradap, tapi disisi lain kita juga ingin anak kita kritis dan kreatif dalam berpendapat.
Jawaban:

Ini referensinya mbak;
Turnomo Raharjo,

Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
2. Anak-anak menyerap ilmu seperti spons.  Terkadang yg terlupakan adalah membimbing anak utk menimbang baik buruknya dari ilmu yg didapat.  Disinilah peran kita sbg orang tua utk mengasah kemampuan skeptis anak dlm mengolah informasi✅
PERTANYAAN TAMBAHAN
1⃣6⃣Penanya: Mbak Ratna

Pertanyaan:

Menuntut ilmu adalah usaha yg dilakukan seseorang utk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yg lbh baik.

Pertanyaannya: bedanya perilaku dan tingkah laku?
Jawaban:

Apa perbedaan perilaku dan tingkah laku? Tingkah laku adalah tindakan suatu organism yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. (Ribert Kwick, 1974)

Sedangkan Secara umum perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.

Tingkah Laku adalah tindakannya, perilaku adalah proses interaksinya.

Sumber: Agustina Dwi Herawati. Perkembangan Psikologi✅
1⃣7⃣ Penanya: Fina

Pertanyaan:

Bgmn adab menuntut ilmu utk anak berkebutuhan khusus? Krn mereka bukan sengaja utk tdk hormat, namun ada hal2 lain spt tantrum ataupun kesulitan lainnya shg mereka pun kesulitan utk beradab dlm menuntut ilmu spt anak normal lainnya.
Jawaban:

Menularkan adab setahap demi setahap disesuaikan dengan perkembangannya. Ada seorang ibu yg bisa mendampingi ABK hingga berperan layaknya anak normal,  bahkan secara perasaan,  mereka bisa lebih mendalam✅
1⃣8⃣Penanya: Titin

Pertanyaan:

jika suatu informasi itu bener, g hoax, boleh g kita sebarin? Contohnya info art yg suka nyuri, tiramisu yg ada cicaknya atw pegawai swalayan yg mesum atw curang. Dilema jg, mbak. Soalnya kan manusia bs bertobat g ngulangin perbuatannya. Smntara klo sdh tersebar via medsos itu akan abadi bs diakses kapanpun
Jawaban:

ada beberapa hal yg perlu kita kuatkan dalam penerimaan dan penyebaran sebuah tulisan di sosmed
1⃣Ketemu tulisan yg isinya baik ➡ cari sumbernya ➡ cantumkan sumber ➡share ➡ masuk kategori berita *Baik dan Benar*
2⃣Ketemu tulisan yang isinya baik ➡ cari sumbernya ➡ tidak ketemu sumber ➡ STOP jangan disebar ➡ masuk kategori berita *baik belum tentu benar*
Yang paling aman adalah

*MENULIS CERITA SENDIRI BERDASAR PENGALAMAN*

Hal ini menjadi info sangat valid, karena kitalah yg mengalaminya. Sehingga tak terbantahkan.✅

Septi Peni Wulandani

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s