writing tips

Show Don’t Tell ala Isa Alamsyah

Sudah tahu dong Isa Alamsyah itu siapa? Beliau adalah penulis buku 101 dosa penulis pemula dan juga suami dari mba Asma Nadia. Ada salah satu tips dari beliau untuk para penulis pemula seperti saya, yaitu “show, don’t tell”

Dalam menulis, sangat dianjurkan sekali prinsip tidak menjelaskan, tapi deskripsikan!  misalnya

Dalam menulis sangat dianjurkan untuk menerapkan “Show don’t tell”
Jadi kita tidak menjelaskan tapi mendeskripsikan.
Dalam kehidupan sebenarnya juga yang terjadi adalah “show” bukan “tell”

Misalnya:
Bos kamu marah.
Jarang ada orang yang bilang “Saya marah!” (beberapa sih ada)
Tapi tanpa bilang saya marah, kita bisa tahu dia marah dari caranya menaikan nada suara, tangannya nunjuk-nunjuk, ekspresinya mengerikan.
Si bos gak bilang saya marah, tapi kita tahu dia marah.
Nah menulis dengan show seperti itu.
Kita gak bilang tokohnya cantik tapi pas baca deskrisinya kita tahu dia cantik.

Dalam sesi lomba satu kita coba show don’t tell pada kata sifat
Dedi Padiku itu norak melihat monas.
Itu show.
Bentuk tell-nya bagaimana?
Dedi Padiku baru pertama kali melihat monas. Impian terbesar anak kampung ini adalah melihat monas dengan mata kepalanya. Begitu sukanya, sampai sampai ia memutuskan untuk menginap semalaman di taman monas. Pagi hari ketika meninggalkan monas, ia menyempatkan menegok ke belakang dan melambaikan tangannya pada monas.
Ini true story Dedi Padiku dan ditulsi di mengejar-ngejar mimpi.
Itu sekedar contoh ya.

Dalam sesi dua kita coba show don’t tell pada kata kerja
Wiro ngamuk waktu ditolak kesekian kalinya.
Nah ngamuk bisa diubah dengan show
“Wiro langsung membanting hape, menendang apa pun yang ada di sekitarnya.Ia tidak terima ditolak lagi untuk kesekian kalinya.

Dana membenci tulisan jelek.(tell)
Ini show nya.
Jangankan membaca habis, begitu melihat tulisan jelek, Dana langsung meremas naskah yang dipegangnya dan membuangnya ke tempat sampah.

Alternatif pertama:
Sound system di film Pesantren Impian diputar keras agar lebih mencekam.
Kata diputar adalah kata kerja – sedangkan keras adalah adverb.
Nah sekarang bagaimana menggambarkan putar keras itu dalam show.

Jomblo itu berlari kencang dan panik melihat ayah sang gadis impian yang keluar dari rumah.
Berlari kencang dan panik – kencang dan panik itu kata keterangan (tell)
Buat shownya

Jadi ada 2 kalimat tell diubah menjadi show.
Pilih salah satu saja.
Apakah: Sound system di film Pesantren Impian diputar keras agar lebih mencekam.
ataukah: Jomblo itu berlari kencang dan panik melihat ayah sang gadis impian yang keluar dari rumah.
Hermione sangatlah pintar.
Nah coba buat kalimat sangatlah pintar menjadi show.
Misalnya:
Apapun soal sihir yang ditanya guru, Hermione selalu tahu jawabannya.
itu contoh, jadi tanpa dibilang pintar dari deskrispsi itu orang tahu Hermione pintar.
Asma Nadia penulis ngetop.
Itu tell
Sekarang buat kalimat tersebut menjadi show.
Misalnya:
Buku-buku asma nadia selelu berjejer di deretan buku best seller.
Itu show.

Silakan mencoba.

Ingat kalau kamu udah terbiasa membuat menulis dengan pendekatan show maka kamu akan kaya dalam deskripsi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s