writing tips

Hal Yang Perlu di Tiru dari Asma Nadia Jika Ingin Menjadi Penulis Sukses

Asma Nadia telah menjadi penulis terkenal dan banyak mendapatkan penghargaan dari dalam maupun luar negeri, tetapi tidak membuat dirinya tinggi hati. Tetap low profile merupakan sikap yang mengundang banyak simpati dan membuat penggemar karya-karyanya terus bertambah.

“Kenapa sih tiap kali menulis cerita dan dibaca ulang kok rasanya nggak sebagus punya Mbak Asma Nadia ya?” itulah pertanyaan yang sering di tanyakan oleh para penulis pemula.

Apa saja sih tips menulis mba  Asma Nadia hingga enak dibaca?

  1. Mengoreksi taste cerita itu pertama dari kausalitas plot ke plot.
    Kausal /kau·sal/ (a) bersifat menyebabkan suatu kejadian; bersifat saling menyebabkan: hubungan — , hubungan yang bersebab akibat.
    Kausalitas /kau·sa·li·tas/ n perihal kausal; perihal sebab akibat: kalau kita hendak berbuat sesuatu, harus kita perhatikan hukum —
    Yang hambar biasanya plot ke plot banyak terulang. Jadi alur pun melambat, bahkan cenderung statis. Yang biasa plot ke plot tidak saling berkait atau melebar dari plot utama (kausalitasnya hilang). Yang sering terjadi penjelas plot baik tentang detail karakter, detail setting, dan detail masalah pembangun tidak ada hubungan dengan plot utama.
  2. Mengoreksi kausal cerita jelas sangat penting, karena dari sini akan ada keputusan; “Apakah butuh flasback? Apakah tetap alur maju? Apakah suspense bisa dibangun telah mengena sasaran bahkan poin pentingnya, apakah perlu menaruh sebuah clue untuk disimpan dan dijadikan kejutan pada plot-plot akhir?”
  3. Buatlah satu plot cerita untuk satu bom kejutan Kausalitas cerita akan ada seperti bagan rantai yang berkait juga pada lanjaran cerita (tiang merambatnya cerita). Jika mampu menyatukan dua hal di atas maka walau satu mata rantai sengaja diputus (sebabnya) di awal cerita (clue) maka cerita tetap masih bersatu karena plot cerita masih berkait di lanjarannya. Sedang ketika disambungkan ‘akibat’ pada akhir atau tengah cerita, maka akan terjadi sebuah kejutan.
    Contohnya:

Suatu Malam yang terang di sinari sang rembulan. Aku terdiam di bawah lindungan sang maha kuasa. Terdiam di atas kasur dengan balutan selimut yang hangat.
Dimana aku mencoba untuk terlelap dalam tidur. Tapi mataku enggan untuk menutupnya. Hatiku gelisah! pikiranku berantakan!
Setelah beberapa Lama aku terdiam dalam heningnya malam, aku putuskan untuk pergi mengambil wudhu sekedar membasahi wajah dan sedikit menenangkan hati. Gecrikan Air wudhu itu memecahkan heningnya malam.
Plot dibenahi:
Suatu malam disinari rembulan terang, aku diam di bawah lindungan Sang Mahakuasa. Di atas kasur berbalut selimut hangat tengah mencoba tidur. Sayang mataku enggan tertutup. Hati gelisah, pikiran berantakan!
Setelah beberapa menit menikmati hening, aku putuskan pergi mengambil wudhu. Sekadar membasuh wajah demi menenangkan hati. Irama gemericikan pun memecah sunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s