writing tips

Menerbitkan Buku Yo!

Bagi para penulis mau dong karyanya dibukukan? Keren kan kalau nama kita ditulis di halaman depan sebuah buku? Pasti akan menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi kalau buku yang kita ciptakan itu laku keras dipasaran, wah… bisa jadi artis dadakan deh, hehehe.. sebelum mengkhayalnya kejauhan, kita lihat dulu ya bagaimana caranya agar hasil karya kita itu bisa dan layak untuk dibukukan.

  1. Langkah pertama ya pastinya kita punya karya yang akan dijadikan buku. Bisa berupa novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, dan lain-lain.
  2. Setelah itu, kita harus melakukan proses editing dan layouting. Proses editing digunakan untuk mencegah adanya salah tanda baca atau salah ketik di dalam tulisan kita. Tulisan harus menggunakan EYD lho! Kalau layouting berhubungan dengan tata letak buku, misalnya cover buku, ukuran buku, tata letak gambar, dll, yang akan kita terbitkan agar buku tersebut menjadi cantik. Untuk lebih lengkapnya bisa liat dipostingan saya tentang layout buku disini.
  3. Mencetak buku

Biasanya, kita akan bingung ingin mencetak buku dimana. Untuk lebih mudahnya akan saya gambarkan disini. Untuk mencetak buku, ada dua pilihan penerbit. Pertama, penerbit mayor. Nah, penerbit mayor ini artinya penerbit yang sudah punya nama seperti Gr***d**, M**a*, dll. Untuk diterima di penerbit ini, karya kita harus benar-benar bermutu. Bayangkan, buku yang kita cetak minimal berjumlah 35rb eksemplar.  Lain lagi untuk penerbit indie, atau self publishing. Disini, kita bebas mencetak berapapun yang kita mau. Penerbit indie ini tergolong penerbit kecil. Proses penerbitannya pun sangat mudah, asal kita punya modal, langsung terbit deh buku kita.

4. Promosi

Untuk penerbit mayor sih gak perlu susah-susah promosi, lha wong masuknya aja susah. Dah pasti karya kita TOP BGT sampai mereka mencetak ribuan eksemplar. Tapi untuk penerbit indie, kita lah yang bertanggung jawab atas pendistribusian dan proses promosi buku kita tersebut. Jadi kita yang sering-sering promo di media sosial ataupun dari mulut ke mulut. Masa sih teman-teman kita gak mau beli buku kita, ya.. Walaupun mereka gak tertarik sama isinya, tapi beli atas dasar kasihan juga ga apa-apa lah, huhuuhu. Tapi ternyata, banyak juga lho penulis terkenal yang melakukan self publishing untuk karya pertamanya. Contohnya Raditya Dika yang sukses besar mencetak dan memasarkan sendiri hasil tulisannya 11 ribu eksemplar dalam waktu 3 bulan! wuih.. hebat! Ada juga sih yang menawarkan penerbitan buku sekaligus promosi, tapi semua ada itung-itungannya ya.

 

Demikian sedikit uraian saya mengenai penerbitan buku. Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s