challenge · my story

Izinkan Aku Melindungimu

Aih… payah, amat ini.. berapa jam ya nulis 3 jam kali. Itu pun hanya me-review buku..hadeh, gimana bisa jadi penulis ini. Ya Allah mudah-mudahan ini adalah sebuah proses. Kuncinya satu, konsisten. Walaupun kata konsisten itu lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan. Alamak, nulis lebih banyak mandegnya dari pada lancarnya. Ibarat kata ya, seperti kemacetan di Gatsu (jl. Gatot Subroto, Jakarta) klo lagi jam pulang kantor. Padat tak merayap alias stuck abiz. Tapi ada satu nih yang cukup membanggakan. Yah, walaupun hal kecil sih.. Kemarin sempat ikutan event cipta puisi dari salah satu penerbit indie. Dari 200-an karya yang masuk, Alhamdulillah karya saya bersama 38 orang lainnya terpilih untuk dijadikan buku antologi puisi. Denger pengumumannya tuh rasanya kaya disiram air es pas matahari lagi diubun-ubun.. Lebay amat yah? Gitu aja bangga, juara juga ngga..hahaha

Biarlah orang berkata apa, yang pasti ya dari belajar nulis yang baru seumur jagung bisa menghasilkan karya yang di apresiasi orang kan gak malu-maluin amat. Ada lah sedikit bakat terpendam yang berhasil mencuat. Oia, puisi yang saya buat mengenai perjalanan hidup saya bersama 3 orang krucil yang lucu, imut, menggemaskan, dan banyak tingkah..hehehe.. coba disimak ya:

 

IZINKAN AKU MELINDUNGIMU

Genap 1440 hari aku berdiri di sini

Melewati semua yang ada tak terkecuali

Mencoba menemanimu menghirup indahnya hari

Tanpa perduli apakah diri ini masih punya arti

 

Sinar mentari coba tuk sadarkan diri

Waktu bergulir tak akan pernah terganti

Diri ini tak bisa terus berdiam diri

Ada onggokan pencapaian yang telah menanti

 

Namun apalah daya,

Pecah tangismu tak akan pernah tersublimasi

Canda tawamu tak akan pernah bermutasi

Rengekanmu tak akan pernah tereliminasi

 

Aku lelah,

Diri ini maunya apa

Jiwa ini inginnya apa

Hasrat ini menuju kemana

 

Walau,

Telah kau rampas habis waktuku

Telah kau gadaikan kesenanganku

Telah kau curi semua perhatianku

Habis, Tak bersisa

 

Tapi satu yang pasti,

Hati ini punya cinta surga

Cinta yang tulus

Yang lindungimu saat semua kasih telah tersisih

 

Yang torehkan selalu langkahmu dengan kasih

Yang membimbingmu lewati zaman yang menggila

Walau tak pernah ada janji balas jasa

Semoga Tuhan tak salah memberi

Diri ini sebagai penjaga hati

 

Rangkasbitung, 26 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s