book review · Uncategorized

Tes STIFIn

Judul Buku: Penjelasan hasil tes Stifin

Penerbit: STIFIn Institute

Penulis: Farid Poniman

Halaman: 58 halaman

Terbit: Februari 2014 (cetakan ke 3)

Dalam buku ini dikatakan bahwa otak manusia terbagi menjadi 5 bagian. Dalam 5 belahan otak tersebut ada salah satu yang dominan, walaupun pada kenyataannya semua belahan otak ikut bekerja. Kebersamaan seluruh komponen otak dikemudikan oleh sistem operasi otak yang berperan aktif sebagai pemimpin. Ketika salah satu belahan otak berperan sebagai pemimpin, belahan otak lainnya hanya akan bekerja setelah diperintah pimpinan.

Untuk mengetahui bagian otak yang dominan, menurut Farip Poniman, dapat dideteksi dengan menggunakan tes STIFIn. Dalam tes ini, yang di lakukan pertama kali adalah dengan men-scan kesepuluh ujung jari kurang lebih selama satu menit. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian di analisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan dan berperan sebagai system operasi sekaligus menjadi system kecerdasan seseorang. Nah, dengan mengetahui lapisan mana yang menjadi pusat system operasi seseorang, banyak fakta yang dapat terkuak. Diantaranya kekuatan dan kelemahan diri, cara belajar, kesesuaian profesi, cara bekerja, cara sukses menjalani hidup, dll.

Tes STIFIn sendiri merupakan singkatan dari 5 bagian kemudi manusia, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Felling dan Insting. Dari masing-masing bagian memiliki ciri khas tersendiri, diantaranya:

  1. Sensing

Kecerdasan sensing merujuk pada panca indra, khususnya memori. Belajar pun dapat lebih mudah dengan memainkan peraga, merekam vocabulary, mengulang sambil menulis, dll. Pokoknya orang yang memiliki tipe ini mengandalkan panca indra untuk membantu kegiatannya. Sifatnya suka berkelana, pandai meniru, dan hebat berakting. Dalam kehidupannya ia mengejar harta.

Sistem operasi otak berada di : Belahan limbik kiri dan lapisan Putih (dalam) dan abu-abu. Kecerdasan setara : Belahan MQ (Memory Quotient) Peranan : Player (Pemain) Kelebihan : Efficiency

Keutamaan sekolah yang sesuai:

Keuangan, bahasa, transportasi, perdagangan, dan hiburan.

  1. Thinking

Si otak Thinking identik dengan logika, rasional, dan objectif. Mereka menalar bacaan untuk mendapatkan isi dan intisarinya. Sistem operasi otak berada di belahan otak kiri lapisan putih dan kelabu. Disebabkan fungsi logika yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Dalam kehidupan, tahta lah yang dikejar. Tak heran tabiatnya terhadap uang adalah berhitung. Untuk karir industri, yang sesuai diantaranya: ristek, IT, pertambangan, konstruksi, kesehatan dan garmen.

  1. Intuiting

Kecerdasan intuiting mengacu pada indra keenam dan kreatifitas. Kecerdasan dikemudikan bergerak dari dalam keluar, sehingga cenderung menjadi trendsetter di lingkungan profesi. Sistem operasi otak berada di belahan otak kanan lapisan putih dan kelabu. Sifat yang paling melekat adalah suka bermain-main dengan kata. Sedangkan cara belajar yang tepat adalah memahami konsep dengan ilustrasi, grafis, film, serta menyukai bahasa tubuh. Jurusan pendidikan yang kira-kira cocok adalah marketing, mode, periklanan, sastra, sinematografi, dan di bidang pendidikan.

  1. Feeling

Dengan memiliki kecerdasan feeling, seseorang jadi lebih mudah memahami perasaan orang lain karena kecerdasan ini merujuk pada perasaan atau dapat disepadankan dengan kecerdasan emosi (Emotional Quotient). Sistem operasi otak berada di belahan limbic kanan lapisan putih dan kelabu. Kata kunci untuk tipe feeling adalah merasakan, memimpin, mencintai. Cara belajar yang tepat adalah mendengar di kelas, rekaman mp3, dengar ulang sampai dapat “feel”nya.

Industri yang cocok diantaranya: politik, kepemerintahan, hukum, kesenian, psikologi, diplomasi dan humas.

  1. Instinct

Orang bertipe Instinct mengandalkan naluri sebagai indera ketujuh mereka yang dilengkapi dengan kemampuan yang serba bisa. Sistem otak yang mereka miliki berada di belahan otak tengah namun tanpa lapisan. Empat kata kunci yang menjadi ciri tipe Instinct adalah merangkai, reflek, berkorban, dan otomatis. Tipe ini selalu ingin hidupnya merasa bahagia. Mereka akan merasa nyaman hidup dalam suasana kebahagiaan jika jauh dari masalah-masalah. Selain itu mereka akan mencoba berkontribusi dalam berbagai kegiatan untuk mencari peran tanpa ingin jadi nomor satu. Cara belajar yang sesuai yaitu dengan merangkai bacaan menjadi rangkuman kemudian mengurai kembali sampai tuntas dengan menggunakan latar music. Orang dengan tipe ini akan berhasil jika berkarir di bidang music/performance, jasa, kuliner, dan agama.

Begitulah penjelasan tentang buku tes STIFIn. Farid Poniman sendiri selain sebagai penemu tes STIFIn, juga menulis beberapa buku. Beliau menulis buku Best Seller berjudul Kubik Leadership, buku DNA SuksesMulia, buku STIFIn personality, dll. Menurut saya, buku ini bisa membantu mengenal diri lebih jauh, sehingga diharapkan kesuksesan dapat di raih. Namun, bagi saya kesuksesan tidak hanya berasal dari pengaruh kerja otak. Banyak faktor lain yang dapat menentukan keberhasilan hidup. Salah satu diantaranya adalah ketahanan diri kita menghadapi kondisi lingkungan. Apakah kita bermental tempe yang sekali di tegur, di kritik, di beri cobaan langsung melempem ataukah kita termasuk orang yang memiliki mental baja yang tahan terhadap segala cobaan hidup?

Yah, namanya juga teori, masih bisa diperdebatkan. Yang jelas, ada yang pernah ikutan tes ini? kalian masuk tipe yang mana? Klo saya sih, rahasia ah! Hehe..

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s