book review

MARIAMA, Buku Kedua dari Trilogi Granada

Penerbit : Bukumutu (Nalar)
Edisi : Soft Cover
Penulis : Radwa Ashour
Kategori : Fiksi
Halaman : 272
Ukuran : 13×19
Tanggal Terbit : 2009-07-00

Buku kedua dari trilogy Granada ini berjudul Mariama. Entah apa yang membuat tokoh tersebut menjadi judul, yang pasti ia bukanlah keluarga inti dari Abu Jafaar. Mariama adalah istri dari Hasan, cucu Abu Jafaar. Hasan bertemu dengannya saat Mariama mengadakan pagelaran musik yang membawakan syair-syair tentang Rasullah, para sahabat dan peristiwa penting seputar perkembangan Islam. Sama halnya dengan pernikahan Saleemah, cucu perempuan Abu Jaafar, pernikahan Hasan awalnya juga tak direstui oleh ibunya. Ibunya berfikir tidak baik menikah dengan keluarga pemain musik. Namun neneknya menyanggah bahwa yang dikerjakannya adalah suatu kebaikan. Dengan menyampaikan sejarah Rasullah, kisah para sahabat, dll bisa kembali mengingatkan kita akan sejarah dan kebesaran Islam.

Akhirnya Mariama di karuniai 4 orang anak perempuan dan satu anak laki-laki. Sementara Saad, suami Saleemah meninggal sesaat setelah menyaksikan istrinya di bakar hidup-hidup oleh tim penyidik Granada. Yang saya herankan, alur cerita di buku ini cepat sekali. Tiba-tiba langsung di kisahkan Mariama telah menjadi seorang nenek. Penjelasan tentang anggota keluarga lain seperti anak-anaknya dinikahkan dengan teman Hasan di luar kota dan dibawa kesana hingga tak pernah kembali dan memberi kabar diceritakan secara eksplisit di tengah cerita. Ia pun hanya tinggal bersama Hasan dan cucunya yaitu Ali, anak dari anak laki-lakinya yang menjadi pemberontak di pegunungan.

Malam itu Mariama bermimpi melihat benda bulat di atas awan menyerupai bulan. Benda tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang hingga mampu menyoroti seekor kambing di bawah bukit. Penafsir mimpi mengatakan itu pertanda baik. Orang-orang yang ia kasihi dan telah lama pergi akan kembali. Ternyata benar. Awalnya Naeem, mantan pembantu Abu Jaafar yang kini menjadi pelayan seorang pendeta di Amerika, kembali ke Albacyn. Tampangnya yang jauh lebih tua dari umur sebenrnya serta pakaiannya yang compang-camping menandakah kesedihan yang begitu mendalam yang ia alami. Mariama tidak berani lebih jauh menyakan riwayat hidupnya di dunia baru tersebut, sebab sekali di tanya ia marah dan tidak mau menceritakan kisah hidupnya itu. Ternyata, kenyataan yang ia alami begitu pahit. Maya dan anaknya yang masih dalam kandungan tak kuasa bertahan menghadapi kejaran dan tembakan tentara Castille. Maya merupakan penduduk asli daerah yang baru mereka kuasai yang disebut-sebut dunia baru (Amerika). Kemudian datang anaknya, ayah dari Ali, yang amat dirindukannya. Tetapi hanya sesaat, ia harus bergabung kembali denga tim pemberontak.

Kemudian tiba-tiba diceritakan Ali telah menjadi dewasa dan Hasan meninggal. Mariama menjalin persahabatan dengan Fidhdhah, pelayan Don Pedro, yang sering membeli kue-kue bikinannya. Sampai akhirnya perintah deportasi dikeluarkan oleh penguasa Castille. Mariama yang saat itu sakit-sakitan tak mampu lagi bertahan saat perjalanan deportasi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Ali, cucunya. Ali pun melarikan diri dan bergabung dengan pasukan pemberontak. Namun, dia diketahui membawa bubuk mesiu, akhirnya ia menjadi pelarian lagi. Tertatih-tatih, ia pun kembali ke Granada. Tetapi Granada telah tak berpenghuni. Rumah warisan keluarganya telah disita oleh Negara. Wanita pujaannya pun, Wardah, telah menikah dengan pejabat Castille dan hidup mewah di kota lain. Hanya ada Jose, kawan lamanya sekaligus adik Wardah, yang telah menjadi antek-antek penguasa Albaycin dan membuka tempat penginapan di tengah kota.

Jose pun bersedia membantu Ali untuk tetap tinggal di Albaycin dan boleh kembali menetap di rumah lamanya serta mempekerjakan Ali di tempat penginapannya. Tak disangka, Jose amat licik. Ia memperbolehkan Ali tinggal dirumahnya akan tetapi kepemilikan atas namanya. Ali hanya memperoleh izin tinggal. Selang beberapa waktu terungkaplah jika Ali adalah anak dari pemberontak dan ia penjara hampir empat tahun untuk penyidikan lanjutan. Tak diduga Jose memecatnya karena ia seorang residivis. Ia juga menuduh Ali ingin menguasai rumah warisan keluarga Ali yang telah berpindah tangan kepadanya. Tentara Castille memburu Ali dan ia pun lari ke pegunungan tempat para pemberontak. Padahal, baru saja ia berjanji akan menikahi Firdhdhah, sahabat Mariama yang menjadi pelayan Don Pedro.

Jika dibandingkan dengan edisi pertama, cover buku ini menurut saya kurang menarik. Perpaduan warna hitam dan coklat serta gambar seorang nenek menambah suram penampilan buku tersebut. Tetapi kata-kata pembuka “ Novel yang mengungkap ketertindasan sebuah keluarga Muslim setelah Andalusia porak-poranda” membuat orang ingin mengetahui isi buku ini.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s