translated work

Latihan lagi :)

“Intellectual property”–patents and copyrights – has become controversial. We witness teenagers being sued for “pirating” music, and we observe AIDS patients in Africa dying because of their lack of ability to pay for drugs that are expensively priced by patent holders. Are patents and copyrights essential to thriving creation and innovation? Do we need them so that we all may enjoy fine music and good health? Across time and space there sounding answer is: No. So-called intellectual property is infact an “intellectual monopoly” that hinders rather than helps the competitive free market regime that has delivered wealth and innovation to ourdoor steps.This book broadly covers both copyrights and patents and is designed for a general audience, with its focus on every day examples.Theauthorsconcludethattheonlysensiblepolicytofollowisto eliminate the patent and copyright systems as they currently exist.

Transletan saya:

“Hak kekayaan intelektual” – hak patent dan hak cipta – telah menjadi kontroversi. Kami menyaksikan para anak muda dituntut karena “membajak” lagu, dan kita mengamati pasien-pasien AIDS di Afrika sekarat karena tidak mampu membayar mahalnya harga obat-obatan yang ditentukan oleh pemegang hak paten. Apakah hak paten dan hak cipta penting untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi? Apakah kita membutuhkan semua itu agar kita dapat menikmati baiknya musik dan baiknya kesehatan? Sepanjang waktu dan ruang yang terdengar adalah: Tidak. Jadi yang disebut kekayaan intelektual pada kenyataannya adalah sebuah “monopoli intelektual” yang membatasi ketimbang membantu persaingan rezim pasar bebas yang telah menghasilkan kekayaan dan inovasi ke arah yang lebih luas. Buku ini secara penuh dilindungi hak cipta dan hak patennya dan didesain untuk khalayak umum, dengan fokus pada contoh-contoh harian. Penulis menyimpulkan bahwa satu-satunya kebijakan yang pantas diikuti adalah   menghilangkan sistem hak paten dan hak cipta seperti yang ada seperti saat ini.

Koreksiannya:

Intektual properti”- hak paten dan hak cipta- telah menjadi kontroversi. Kami menyaksikan para kaum muda menggugat musik “bajakkan”. Kita mengamati pasien-pasien AIDS di Afrika meninggal karena kurang mampu membayar obat-obatan yang di patenkan dengan harga yang mahal oleh pengedarnya. Apakah hak paten dan hak cipta pada hakekatnya dapat menumbuhkan kreasi dan inovasi? Apakah kita perlu hal ini agar kita semua dapat menikmati bagusnya musik dan baiknya kesehatan? Sepanjang ruang dan waktu bergema jawabannya adalah TIDAK. Jadi sebutan intelektual properti merupakan fakta atas ‘’monopoli intelektual” dimana menghalangi lebih baik dari pada membantu rezim persaingan pasar bebas yang telah mengantarkan langkah kita pada kekayaan dan inovasi. Buku ini secara luas meliputi hak paten dan hak cipta serta didesain untuk khalayak umum, dengan fokusnya pada contoh-contoh keseharian. Pengarang menyimpulkan bahwa satu-satunya aturan yang pantas diikuti yaitu menghapus sistem hak paten dan hak cipta yang ada sekarang ini.

Layakkah? 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s