all about translation

Teori & Praktek Penerjemahan

Menerjemahkan suatu dokumen memang bukan hanya pekerjaan mudah. Banyak hal yang harus dikuasai oleh seorang penerjemah. Selain fasih dan menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran, pengetahuan mengenai tata bahasa dan teori terjemah juga sangat penting. Bayangkan, misalnya saja jika seorang penerjemah tidak memiliki pengetahuan tentang idiom, sedangkan idiom dan frase dalam satu bahasa seringkali tidak memiliki hubungan langsung dengan bahasa lain, tentu akan terjadi kesalahan penafsiran dalam menerjemahkan. Oleh karena itu penting bagi penerjemah untuk mempunyai pengetahuan yang cukup untuk dapat menggunakan frase pengganti yang memiliki makna dan maksud yang sama dari bahasa asli.

Sebelum membahas mengenai teori terjemah, ada baiknya kita mengerti mengenai konsep menerjemah, yaitu mengungkapkan makna tuturan dari suatu bahasa ke bahasa lain dengan memenuhi seluruh makna dan maksud tuturan itu. Ada beberapa jenis teknik penerjemahan, diantaranya:

 

    1. PENERJEMAHAN TRANSFER

TEKNIK TRANSFER Cara penerjemahan dengan mengalihkan fungsi sintaksis, kategori, dan kata sarana dari BS ke BP. Sekaitan dengan penerjemahan BA ke BI, pengalihan itu dapat diterapkan terhadap pola S-P = P-S, P-S =P-S, KS+P = KS+P, N = N, FN = FN, V = V, Pro. =Pro., KS = KS, KS+KS = KS+KS, dan F = F.

 

    1. PENERJEMAHAN TRANSMUTASI

TEKNIK TRANSMUTASI Cara penerjemahan dengan mengubah pola urutan fungsi dan kategori dengan memindahkan tempatnya, baik dengan mendahulukan maupun mengakhirkan salah satu unit gramatikal. Dalam penerjemahan BA ke BI, pemindahan urutan ini terjadi pada pola S-P menjadi P-S atau sebaliknya.

 

    1. PENERJEMAHAN SUBTITUSI

TEKNIK SUBSTITUSI Teknik pengganti fungsi unsur kalimat BS dengan fungsi lain tatkala kalimat itu direstrukturisasi di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pergantian P dengan K pada kalimat nomina BS yang berpola P- S.

 

    1. TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PROSEDUR TRANSPOSISI

Transposisi merupakan proses penerjemahan yang berkenaan dengan perubahan aspek gramatikal dari bahasa sumber (BS) ke bahasa penerima (BP). Transposisi sebagai proses atau hasil perubahan fungsi atau kelas kata tanpa penambahan apa-apa. Transposisi merupakan bentuk-bentuk perubahan sintaksis dan kategori kata dari bahasa Arab (BS) ke bahasa Indonesia (BP).

    1. TEKNIK EKSPANSI

 

Teknik penerjemahan yang ditandai dengan perluasan fungsi dan kategori yang disebabkan oleh deskripsi Makna BS di dalam BP. Dalam penerjemahan BA ke BI, penambahan terjadi dari P-S menjadi ke K-P-S, kategori A menjadi FA, dari N menjadi FN, dari V menjadi FV, dari V menjadi FN, dan KS (F) menjadi F.

 

    1. TEKNIK EKSPLANASI

Teknik penerjemahan yang ditandai dengan mengeksplisitkan unsur linguistik BS di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pola perubahan P-(S) menjadi S-P.

 

    1. TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PENJABARAN PROSEDUR EKUIVALENSI

Pertama, ekuivalensi merupakan tujuan atau produk dari proses penerjemahan. Dengan kata lain ekuivalensi adalah padanan yang paling wajar antara bahasa sumber dan bahasa penerima. Kedua, ekuivalensi merujuk pada salah satu prosedur penerjemahan sebagaimana yang dikemukakan Newmark (1988) bahwa prosedur ini digunakan untuk menerjemahkan kosa kata kebudayaan di dalam bahasa penerima dengan cara sedapat mungkin mendekati makna sebenarnya di dalam bahasa sumber.

 

Teknik penyamaan konsep BS dengan BP melalui penerjemahan kata dengan kata dan frase dengan frase, yang berlandaskan asumsi bahwa ada kesamaan antara keduanya. TEKNIK DESKRIPSI Teknik penerjemahan dengan menjelaskan makna kata BS di dalam BP seperti tampak pada perubahan kata menjadi frase atau frase yang sederhana menjadi frase yang kompleks.

 

    1. TEKNIK INTEGRATIF

Pemakaian dua teknik sekaligus dalam mereproduksi makna BS di dalam BP.

 

Pfff… ternyata banyak sekali ya teori dalam menerjemahkan. Tapi apalah artinya teori tanpa praktek menerjemahkan.. Apalagi untuk tingkat pemula, kita dituntut untuk bekerja keras terlebih dahulu agar dapat membuktikan bahwa kita layak menjadi seorang penerjemah yang baik. Setidaknya, 10-15 halaman harus kita terjemahkan dengan baik setiap harinya. Sehingga, tentu saja, dengan keterampilan menerjemahkan yang baik, kita dapat mengharapkan penghargaan yang lebih pula.

Selain itu, salah satu cara meningkatkan kemampuan diri dalam menerjemahkan yaitu dengan bergabung di sebuah perusahaan penerjemahan. Dalam sebuah perusahaan penerjemahan, ada orang yang lebih berpengalaman yang dapat mengkoreksi dan bertanggung jawab atas hasil terjemahan kita. Sehingga hasil terjemahan kita akan semakin baik dan menambah kepercayaan diri kita dalam menerjemahkan sebuah dokumen resmi maupun sebuah karya sastra.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s