my story

Belajar Dari Si Bungsu

Anak ketiga-ku 3 tahun umurnya. Biasa di panggil i**n. Tubuhnya yang lemas dan selalu dibilang tak proporsional oleh para dokter yang memeriksanya ketika sakit, selalu membuatku was-was akan perkembangan kognitifnya. Tapi hari ini ada hal yang membuatku lega dan menjawab rasa was-was ku itu. Seperti biasa, ketiga anakku bermain bersama di halaman dengan seru-nya. Saat mereka berlarian, tiba-tiba teriaklah si sulung, anak perempuanku, n***a. setelah ku hampiri, ternyata capung lah penyebabnya. Memang, si kakak ini sangat ketakutan klo melihat capung. Ku coba menenangkan si kakak dan menjelaskan untuk tidak perlu takut dengan serangga bermata besar itu. Tanpa di duga si dede berkata: ga perlu takut kak, kan ada Allah.

Allah Akbar. Anak imut ku bisa berkata demikian. Bahkan aku pun melupakan hal itu. Ada sedikit kebanggaan di sana. Ternyata pikirnya itu bisa berjalan sesuai umurnya, bahkan mungkin lebih. Alhamdulillah,. Hati pun bertanya siapa yang mengajari nya ya?. ”

Teringatlah akan tahap penciptaan maanusia ketika bayi akan di hembuskan ruh oleh Allah SWT. Pada saat itu setiap ruh bersaksi bahwa Allah lah Tuhan mereka. Semenjak dalam kandungan setiap manusia telah mengenal Tuhannya, dan mungkin, itulah yang masih terpatri dalam benak bungsuku hingga terlontarlah kata “jangan takut, ada Allah. Hal ini diungkapkan dalam surat AL-A’raf ayat 172, yang artinya:

Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan turunan anak Adam dari tulang punggungnya dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka sendiri, firmanNya: ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka (roh manusia menjawab: ”Benar! Kami telah menyaksikan”. Nanti di hari Qiamat agar kamu tidak mengatakan: bahwa, ”kami lalai terhadap hal ini. (QS. Al-A’raf 172).

Ayat tersebut, mengandung pemahaman tentang:
1.Manusia telah diciptakan ALLAH SWT atas fitrah Islam
2.Dalam Jiwa manusia telah disiapkan ALLAH SWT gharizah (naluri) iman

Ya, memang sebaiknya tak ada satu-pun yang perlu ditakutkan di dunia ini. Kita punya Allah. Allah lah yang menjaga kita. Kita ini ciptaan-Nya dan Dia pasti akan selalu memelihara kita. Walau kadang memang hati ini begitu khawatir akan kehidupan di masa datang dan kita bekerja tak henti-hentinya hingga melupakan kewajiban untuk beribadah. Padahal, apa sih yang dicari, apa sih yang dikhawatirkan jika kita tahu dan sadar bahwa semua kehidupan ini telah di atur di jaga oleh-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s